RSS

HAK PATEN

12 Jun

Pengertian Paten

Tertulis pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 :Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya (Pasal 1 Ayat 1).

Paten dapat diberikan dari negara kepada penemu yang telah menemukan suatu penemuan (baru) di bidang teknologi. contohnya tentang penemuan terhadap suatu masalah dan cara pemecahan masalahnya, seperti :

  1. proses;
  2. hasil produksi;
  3. penyempurnaan dan pengembangan proses;
  4. penyempurnaan dan pengembangan hasil produksi;

Objek dan Subyek hak paten

Objek hak paten

Subjek hukum yaitu segala sesuatu yang dapat mempunyai hak dan kewajiban menurut hukum atau segala pendukung hak dan kewajiban menurut hukum. Setiap manusia, baik warga negara maupun orang asing adalah subjek hukum.

Terdapat dalam undang-undang yang berisi sebagai berikut :

Objek Paten Sederhana tidak mencakup proses, penggunaan, komposisi, dan produk yang merupakan product by process. Objek Paten Sederhana hanya dibatasi pada hal -hal yang bersifat kasat mata(tangible), bukan yang tidak kasat mata (intangible). Di beberapa negara, seperti di Jepang, Amerika Serikat, F ilipina, dan Thailand, pengertian Paten Sederhana disebut utility model, petty patent, atausimple patent, yang khusus ditujukan untuk benda (article) atau alat (device). 

Subyek hak paten

Objek hukum adalah segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum dan yang dapat menjadi objek suatu hubungan hukum karena hal itu dapat dikuasai oleh subjek hukum.

Sistem pendaftaran dan pengalihan hak paten

Sistem Pendafataran :

Terdapat 2 cara untuk melakukan pendaftaran terhadap hak paten :

yaitu :

  1. First to file yaitu suatu sistem yang dimana orang tersebut mendaftarkan pertama kali hasil invensi tersebut dia menjadi pemegang hak paten sesuai persyaratan yang telah di tetapkan
  2. First to invest yaitu suatu sistem yang memberikan hak paten bagi mereka yang menemukan inovasi pertama kali sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

Pengalihan Hak paten  :

Terdapat ata cara bagaimana untuk melakukan pengalihan Paten yang tertulis dalam pasal 66 – pasal 68 UU NO. 14 Tahun 2001. Paten dapat dialihkan dengan cara :

  1. pewarisan;
  2. hibah;
  3. wasiat;
  4. perjanjian tertulis; ataupun
  5. sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

Pengalihan paten ini dikenakan biaya untuk pencatatan dan pengumumannya di dinas terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku tetapi untuk hal pewarisan pengalihan ini tidak dikenakan biaya tetapi harus tetap dilaporkan.

Sumber :

http://www.jakartapatentbureau.com/index_files/Page784.htm

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 12, 2015 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: