RSS

Project Time Management (Manajemen Waktu)

16 Nov

 Project Time Management (Manajemen Waktu)

Nama     : Hendri gunawan

Kls         : 2 dc 01

Npm       : 43112392

Proyek Manajemen Waktu mencakup proses-proses yang diperlukan untuk memastikan penyelesaian tepat waktu dari proyek.

  • Pentingnya Jadwal Proyek

Penjadwalan dibutuhkan untuk membantu:

  • Menunjukkan hubungan tiap kegiatan lainnya dan terhadap keseluruhan proyek.
  • Mengidentifikasikan hubungan yang harus didahulukan di antara kegiatan.
  • Menunjukkan perkiraan biaya dan waktu yang realistis untuk tiap kegiatan.
  • Membantu penggunaan tenaga kerja, uang dan sumber daya lainnya dengan cara hal-hal kritis pada proyek

 

  • Definisi dan Susunan Aktivitas

Definisi Kegiatan melibatkan mengidentifikasi dan mendokumentasikan kegiatan khusus yang harus dilakukan untuk menghasilkan deliverable dan subdeliverables diidentifikasi dalam Struktur Perincian Kerja (WBS). Implisit dalam proses ini adalah kebutuhan untuk mendefinisikan kegiatan sehingga tujuan proyek akan dipenuhi.

Susunan Aktivitas :

–          Define Activities (Tentukan Kegiatan)

–          Sequence Activities (Urutan Kegiatan)

–          Estimate Activity Resources (Perkiraan Sumber Daya Kegiatan)

–          Estimate Activity Durations (Perkiraan Kegiatan Durasi)

–          Develop Schedule (Mengembangkan Jadwal)

–          Control Schedule (Kontrol Jadwal)

  • Jenis Ketergantungan Penugasan

4 tipe ketergantungan tugas :

       1.       Finish-to-start (FS) : penyelesaian sebuah tugas memicu awal tugas lain.

       2.       Start-to-finish (SS) : awal sebuah tugas memicu sebuah awal tugas lain.

       3.       Finish-to-finish (FF) : dua tugas harus selesai pada waktu bersamaaan.

       4.       Start-to-finish (SF): awal sebuah tugas menandakan selesainya tugas lain

  • Calculating Early and Late Start and Finish Dates

Early start and finish times

To perform the forward pass on a Precedence Diagram two ingredients are needed. The first is the starting time of the project. Many projects are scheduled according to work days and weather impacts are not considered, therefore, unless otherwise instructed, all projects may be assumed to start on day one (1).

The second component needed to perform the forward pass is the complete set of activity durations. Activity durations and sequence should be determined prior to drawing the precedence diagram and, therefore, should be available as you perform the forward pass.

The diagram below shows a simple three activity schedule with Early Time boxes ready to start the forward pass.

 Gambar

To conduct the forward pass in the Precedence Diagram, start with the first activity in the schedule and place the project start date in the Early Start Time. The Early Finish Time of each activity is the Early Start Time plus the activity duration. The Early Finish Time of a given activity becomes the Early Start Time of its following activities. The forward pass is completed when every Early Start Time box on the network has a value.

  • Crashing and Fast Tracking

Crashing and Fast Tracking (Menerjang dan cepat-pelacakan)  jadwal cara mengurangi panjang dari jadwal proyek. Menerjang adalah istilah umum untuk mengurangi jadwal proyek. Ketika kita kecelakaan jadwal, kita menghabiskan uang atau sumber daya untuk mengurangi waktu yang dijadwalkan untuk proyek sedemikian rupa sehingga kita melakukan hal-hal yang memiliki penurunan terbesar dalam jadwal untuk sedikitnya jumlah biaya. Ketika kami pertama mulai kecelakaan jadwal, jumlah yang relatif kecil uang dan sumber daya harus dihabiskan untuk mendapatkan pengurangan yang cukup besar waktu proyek. Karena kami terus mengurangi jadwal, kenaikan biaya relatif.

     Pelacakan cepat adalah jenis khusus pengurangan jadwal. Ketika kita FastTrack, kita mengambil item yang awalnya dijadwalkan akan dilakukan secara berurutan dan menjadwal ulang mereka untuk dilakukan secara paralel atau sebagian dalam paralel. Pelacakan cepat juga akan meningkatkan biaya tetapi, yang lebih penting, itu akan meningkatkan risiko. Ketika kita memiliki beberapa tugas dalam suatu proyek yang terjadi pada waktu yang sama dan sesuatu yang salah atau masalah berkembang, mungkin perlu untuk mengganggu semua kegiatan berlangsung.

  • Program Evaluation and Review Technique (PERT), PERT Formula and Example

PERT (Project Evaluation and Review Technique)

Model jaringan grafis yang menggambarkan tugas-tugas proyek dan hubungan antara tugas-tugas sebuah proyek.

       ·         PERT teknik analisis network diagram yang dapat digunakan untuk mengestimasi durasi proyek dimana terdapat ketidakpastian yang tinggi mengenai estimasi durasi aktivitas individual

       ·         PERT menggunakan estimasi probabilitas waktu yang digunakan berdasarkan estimasi durasi aktivitas optimistic, most likely, and pessimistic.

PERT weighted average formula:

optimistic time + 4X most likely time + pessimistic time

Example:

PERT weighted average =

 8 workdays + 4 X 10 workdays + 24 workdays     = 12 days

where 8 = optimistic time, 10 = most likely time, and 24 = pessimistic time

sumber:

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 16, 2013 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: