RSS
Sampingan
13 Okt

MANAJEMEN PROYEK DAN RESIKO

Nama                : Hendri gunawan

Kelas                 : 2dc01

Npm                  : 43112392

Mata kuliah       :Manajemen Proyek & Resiko

Nomor              : Genap

1.PENGENALAN MANAJEMEN PROYEK

B. Keuntungan menggunakan formal manajemen proyek.

• Kontrol yang lebih baik di bidang keuangan, fisik, dan SDM

• Meningkatnya relasi dengan customer

• Waktu pembangunan yang lebih singkat

• Biaya yang lebih rendah

• Kualitas lebih tinggi & meningkatnya reliabilitas

• Keuntungan yang lebih besar

• Meningkatnya produktivitas

• Koordinasi yang lebih baik

• Moral pekerja lebih baik

D. Kendala-kendala Manajemen Proyek

  • Proyek harus beroperasi  dalam lingkungan organisasi yang luas.
  • Manajer proyek perlu mengambil pandangan holistik atau sistem proyek dan mengerti bagaimana terletak didalam organisasi besar.

F.Alat dan Tehnik Manajemen Proyek

Alat dan tehnik manajemen proyek membantu manajer proyek maupun timnya dari berbagai aspek manejemen proyek.

1. Analisis waktu, bagan Gantt, dan diagram network.

2. Perkiraan biaya

3. Perkiraan ruang lingkup

H. Bagan Gantt, diagram Network, dan alat manajemen proyek enterprise

Bagan gant

Diagram network

J.Etika dalam Manajemen Proyek

Seorang PMP harus mengikuti kode etik yang ada. Karena kode etik adalah begian penting dari semua manajemen proyek dan seorang PMP harus bertanggung jawab secara professional.

 

 

Sumber

2. Konteks Manajemen Proyek dan TI

B. Model dari system manajemen.

  • Basis Model

Berisi model statistik, keuangan, pengetahuan managemen atau model quantitatif lain yang

menyediakan kemampuan analisa seperti mencari, menjalankan, menggabungkan memeriksa

model.

Dilihat dari tingkat manajemen penggunanya, model dalam basis model dibedakan menjadi 4,

yaitu :

  • Model stratejik

Mendukung tanggung jawab perencanaan strategik dari top management

Contoh : Pengembangan perusahaan, pemilihan lokasi pabrik, perencanaan merjer

  • Model taktikal

Digunakan oleh manajemen tingkat menengah dalam membantu pengalokasian dan

pengontrolan sumber daya organisasi

Contoh : Perencanaan kebutuhan tenaga kerja, pembelajaran rutin, dll

  • Model Operasional

Mendukung manajemen level bawah untuk pelaksanaan aktivitas sehari-hari dalam cakupan

waktu yang singkat

  • Model Building Block

Model ini merupakan model yang akan digunakan untuk membangun model yang lain.

Contoh: Analisis Regresi, penghitungan NPV, dll

D. Komitmen stakeholder dan top manajemen dalam proyek TI

Stakeholder adalah orang-orang yang terkait dalam aktivitas proyek dan setiap stakeholder mempunyai komitmen untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab dalam setiap manajemen proyek kerja. Stakeholder termasuk tim proyek, manajer proyek,sponsor proyek, maupun user (pengguna). Para manajer proyek harus mengambil waktu untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengelola hubungan dengan semua stakeholder proyek menggunakan empat frame organisasi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan stakeholder dan harapan. Dalam hal itu senior eksekutif stakeholder sangat penting dibeberapa studi menyebutkan komitmen manajemen puncak sebagai salah satu faktor kunci yang terkait dengan proyek sukses.

F. Siklus hidup produk

Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentangdinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatuditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.

Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction,growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity(saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap,

yaitu:

  • Tahap perkenalan (introduction)
  • Tahap pertumbuhan (growth)
  • Tahap kedewasaan (maturity)
  • Tahap kemunduran (decline)

H. Konteks dari proyek IT

Sebuah fenomena yang unik telah terjadi dalam bidang teknologi informasi. Fenomena ini dapat dilihat pada seluruh aktivitas yang terdapat didalamnya. Hampir seluruh aktivitas yang terkait dengan kegiatan perencanaan,pengembangan dan penerapan teknologi informasi dilakukan melalui aktivitas berbasis proyek. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan

menyelesaikan sebuah pekerjaan yang bersifat rutin, dimana dalam menyelesaikan aktivitas berorientasi proyek, waktu pelaksanaan kegiatan, sasaran yang ingin dicapai, out put yang akan dihasilkan, pihak-pihak yang terlibat, besarnya anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan ditetapkan dengan jelas Fenomena diatas mengindikasikan bahwa seseorang yang ingin berhasil dalam meniti karir di dunia IT, harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang manajemen proyekteknologi informasi. Selain diterapkan dalam bidang konstruksi, ilmu manajemen proyek juga tidak kalah pentingnya untuk diterapkan dalam bidang IT. Nilai proyek IT yang cukup besar menyebabkan penanganan proyek-proyek IT harus direncanakan secara matang. Tidak jarang banyak proyek IT yang mengalami kegagalan dalam pencapaian tujuan, jadwal maupun batasan biaya yang telah ditetapkan diawal.

J.Keahlian yang disarankan bagi manajer proyek

Seorang manajer proyek harus memiliki keterampilan yang luas hardskill maupun softskillnya keahlian yang disarankan yaitu :

  • Keterampilan berkomunikasi yang baik dan tegas
  • Keahlian dalam berorganisasi sehingga dapat membuat rencana dan menganalisis masalah
  • Keterampilan team-building untuk memotivasi dan bekerja sama pada tim proyeknya
  • Keterampilan teknologi
  • Keterampilan penyesuaian diri yaitu fleksibel, kreatif, sabar serta pantang menyerah
  • Keterampilan kepemimpinan agar memberikan visi yang besar untuk tujuan proyek tersebut

Sumber:

http://iiam.blogdetik.com/2011/10/02/konteks-manajemen-proyek-dan-ti/

http://lembahperasaan.blogspot.com/2010/03/dasar-dasar-struktur-organisasi.html

http://zoneep.wordpress.com/2009/04/27/tahapan-tahapan-siklus-hidup-proyek/

http://journal.amikom.ac.id/index.php/KIDA/article/view/4490

3.Grup proses Manajemen Proyek : Studi kasus

B.Hubungan antara grup proses dan area knowledge

Knowledge berperan penting dalam sebuah manajemen proyek terutama dalam pengawasan grup proses manajemen proyek. Dimana grup proses adalah suatu rencana demi kelancaran proyek agar lebih mudah dalam memulai proyek dan tugas knowledge merupakan memonitor segala hal dari berbagai aspek yang terjadi di dalam grup proses.

D.Studi kasus : JWD Consulting’s Project Management Intranet Site

 JWD Consulting’s Project Management Intranet Site terdiri dari beberapa proses sebagai berikut ini:

–          Initiating

–          Planning

–          Executing

–          Monitoring and Controlling

–          Closing

-Initiating

Inisiasi merupakan tahap pengenalan dalam memulai proyek baru, dan memastikan bahwa pada tahap ini proyek akan dijalankan dengan benar

Input:

  • Mengidentifikasikan pihak-pihak yang berkepentingan
  • Menganalisis kebutuhan yang diperlukan dalam membangun proyek
  • Memperkirakan resiko-resiko yang akan muncul

Output:

  • Project charter terselesaikan dan disepakati
  • Terpilihnya Manajer Proyek
  • Teridentifikasinya pihak-pihak yang berkepentingan
  • Business case terselesaikan

– Planning

Tujuan utama dari perencenaan proyek adalah untuk memandu pelaksanaan proyek

Input:

  • Berupa output dari proses inisiasi sebelumnya

Output:

  • Ditentukannya lingkup proyek
  • Adanya kontrak tim
  • Adanya WBS
  • Scheduled Project terbentuk
  • Adanya daftar dari resiko yang diprioritaskan

– Executing

Proses executing proyek diperlukan untuk memastikan bahwa aktifitas dalam perencanaan proyek terpenuhi

Input:

  • Berupa output dari proses perencanaan (planning)

Output:

  • Mengimplementasikan solusi dari masalah-masalah yang ada
  • Mengetahui data performansi kerja dari tim
  • Perencanaan Manajemen Proyek (diperbaharui)
  • Terkualifikasinya daftar penjual

 

– Monitoring and Controlling

Monitoring and Controlling merupakan pengukuran dan pemantauan perkembangan secara berkala akan tujuan proyek untuk memastikan adanya kecocokkan antara progress dgn rencana awal proyek, selain itu untuk memantau setiap penyimpangan yang ada dari rencana awal

Input:

  • Berupa output-an dari proses sebelumnya

Output:

  • Adanya recommended corrective actions, preventive actions, dan defect repair
  • Terukurnya performansi
  • Terukurnya kontrol kualitas
  • Resolved Issues

– Closing

Meraih lebih banyak lagi stakeholders dan pelanggan yang menerima layanan ataupun produk akhir kita

Input:

  • Berupa output dari proses penutupan

Output:

  • Final Product, service or result
  • Menutup kontrak
  • Dokumentasi

F.Dokumen inisiasi proyek

Dokumen inisisasi proyek merupakan dokumen yang berisi tentang tahap awal kegiatan awal yang sudah dibentuk sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan oleh tim proyek.

H.Eksekusi proyek, pengawasan proyek, penyelesaian proyek, dan Post-Project Follow-up

Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini, deliverables atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi. Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu dilakukan guna memantau dan mengontrol pelaksanaan proyek juga penyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek

 Sumber :

http://iiam.blogdetik.com/2011/10/16/grup-proses-manajemen-proyek/

http://ejlp.blogspot.com/2010/05/memilih-metodologi-manajemen-proyek.html

http://indiegocreativity.blogspot.com/2010/03/mpti-case-study-jwd-consultings-project.html

http://atamarenaperdana93.blogspot.com/2011/12/manajemen-proyek-dan-resiko.html

4.Project Integration Management (Manajemen Integrasi)

B.Proses dan overview Project Integration Management

Sembilan proses project integration management dapat menjelaskan bidang ilmu dan berbagai pengalaman praktis di manajemen proyek, dari sudut pandang komponenkomponen prosesnya. Proses-proses tersebut diorganisasikan menjadi delapan bidang ilmu yang akan dijelaskan dibawah ini:

  • Manajemen Lingkup Proyek,

menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan,agar dapat dipastikan bahwa proyek telah mencakup seluruh pekerjaan yang benar-benar dibutuhkan, agar proyek berhasil diselesaikan. Terdiri dari persiapan, perencanaan lingkup, penetapan lingkup, verifikasi dan pengendalian perubahan lingkup.

  • Manajemen Waktu Proyek,

menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan agar dapat dipastikan proyek selesai tepat waktu. Terdiri dari penetapan aktifitas,pengurutan aktifitas, perkiraan lama aktifitas, serta penyusunan dan pengendalian jadwal.

  • Manajemen Biaya Proyek,

menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan agar dapat dipastikan proyek selesai, sesuai dengan anggaran yang disetujui. Terdiri dari perencanaan sumber daya, perkiraan biaya, anggaran biaya dan pengendalian biaya.

  • Manajemen Sumber Daya Manusia Proyek,

menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan untuk menggunakan sumber daya manusia yang terlibat dalam proyek, secara paling efektif. Terdiri dari perencanaan organisasi, perekrutan staff dan pembangunan tim kerja.

  • Manajemen Komunikasi Proyek,

 menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan untuk dapat dipastikan agar informasi proyek dapat dikumpulkan, disusun, disebar, dan disimpan. Terdiri dari perencanaan komunikasi, distribusi informasi, pelaporan kinerja,dan penyelesaian administratif.

  • Manajemen Resiko Proyek,

menjelaskan proses-proses yang berhubungan dengan pengidentifikasian resiko, kuantifikasi resiko, penyusunan penanggulangan resiko dan pengendalian penanggulangan resiko.

  • Manajemen Pengadaan Proyek,

menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang atau jasa dari pihak lain. Terdiri dari perencanaan pengadaan, perencanaan tata cara undangan ke peserta, rapat undangan peserta, pemilihan peserta, pemilihan mitra, pelaporan serta administrasi kontrak kerja dan penyelesaian kontrak.

  • Manajemen Integrasi Proyek,

menjelaskan berbagai proses yang dibutuhkan, agar dapat dipastikan, berbagai elemen dari proyek dikoordinasikan dengan baik. Manajemen integrasi terdiri dari pembuatan rencana proyek, pelaksanaan rencana proyek dan pengendalian perubahaan secara keseluruhan.

D.Contoh Outline untuk Software Project Management Plan (SPMP)

F.Eksekusi rencana proyek dan ketrampilan penting yang dibutuhkan

– Mengelola eksekusi proyek

  • Eksekusi Proyek adalah tahap melaksanakan pekerjaan yang telah digambarkan dalam project plan
  • Mayoritas waktu dan uang digunakan dalam eksekusi proyek
  • Area aplikasi proyek sangat mempengaruhi eksekusi proyek, karena selama eksekusi proyek inilah produk dari proyek dihasilkan

– Keterampilan penting dalam eksekusi proyek:

  • Kepemimpinan
  • Komunikasi
  • Politik
  • Kemampuan menggunakan tools dan techniques

– Work Authorization System:

menjamin orang yang memiliki kualifikasi yang cukup,melakukan pekerjaan yang tepat, pada waktu yang tepat dan dengan urutan yanag benar

– Status Review Meetings:

rapat terencana dan terjadwal yang digunakan untuk saling bertukar informasi mengenai proyek yang sedang berjalan

– Project Management Software:

perangkat lunak khusus yang digunakan dalam manajemen proyek

H.Integrated change control dan process pada proyek TI

 

 

Integrated change control

Termasuk di dalamnya mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengelola perubahan selama

project life cycle

– Tujuan utama pengendalian perubahan:

  • Memperhitungkan faktor-faktor yang mengakibatkan perubahan dalam rangka menjamin bahwa perubahan menguntungkan (cross check scope, time, cost & quality)
  • Menentukan apakah perubahan sudah terjadi
  • Mengelola perubahan yang terjadi

– Kontrol perubahan dalam proyek IT:

  • Pandangan lama: Tim Proyek harus melakukan apa yang sudah direncanakan tepat waktu dan tepat biaya
  • Masalahnya: Stakeholders jarang sekali menyetujui batasan proyek di awal,serta waktu dan estimasi biaya seringkali tidak akurat
  • Pandangan Modern: Manajemen Proyek adalah proses komunikasi dan negosiasi yang konstan
  • Solusi: Perubahan seringkali memberikan keuntungan dan tim proyek harus membuat rencana untuk mengakomodasi perubahan tersebut

J.Konfigurasi Manajemen

  • Cara menjamin bahwa deskripsi dari produk yang dihasilkan sudah benar dan lengkap
  • Berkonsentrasi pada identifikasi dan mengendalikan karakteristik produk berdasarkan fungsional dan desain fisik produk
  • Spesialis manajemen konfigurasi bertugas untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan kebutuhan
  • konfigurasi, mengendalikan perubahan, mencatat dan melaporkan perubahan,serta audit produk-produk dala rangka verifikasi kesesuaiannya dengan requirement

 Sumber:

manajemen proyek dan manajemen resiko

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 13, 2013 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: