RSS

Penggunaan Bahasa Gaul terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Kalangan Pelajar

27 Nov

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Istilah bahasa baku telah dikenal oleh masyarakat secara luas. Namun pengenalan istilah tidak menjamin bahwa mereka memahami secara komprehensif konsep dan makna istilah bahasa baku itu. Hal ini terbukti bahwa masih banyak orang atau masyarakat berpendapat bahasa baku sama dengan bahasa yang baik dan benar. “Kita berusaha agar dalam situasi resmi kita harus berbahasa yang baku.

Begitu juga dalam situasi yang tidak resmi kita berusaha menggunakan bahasa yang baku”. (Pateda,1997 : 30).Slogan “pergunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar”,tampaknya mudah diucapkan, namun maknanya tidak jelas. Slogan itu hanyalah suatu retorika yang tidak berwujud nyata, sebab masih diartikan bahwa di segala tempat kita harus menggunakan bahasa baku.Atau mereka masih selalu dipengaruhi oleh bahasa daerahnya jika mereka berbahasa Indonesia secara lisan.

Terakhir dibahas tentang ciri-ciri bahasa baku dan bahasa nonbaku, serta berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.Berdasarkan analisis situasi pernyataan diatas,dapat diidentifikasi beberapa pokok permasalahan,diantaranya :
1. Kurangnya minat pelajar dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar.
2. Seiring bermunculannya budaya baru atau melekatnya kebudayaan sejak kecil, penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dikalangan pelajar tidak digunakan.
3. Rendahnya pemahaman di kalangan pelajar tentang penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan analisis situasi diatas,dirumuskan permasalahan dalam karya ilmiah ini,sebagai berikut :
1. Apakah pengaruh penggunaan Bahasa Gaul terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia dikalangan pelajar ?
2. Mengapa para pelajar lebih menyukai Bahasa Gaul daripada menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ?

C. TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas,Karya Ilmiah ini mempunyai beberapa tujuan :
1. Ingin mengetahui pengaruh penggunaan Bahasa Gaul terhadap Bahasa Indonesia dikalangan pelajar.
2. Ingin mengetahui alasan para pelajar lebih menyukai Bahasa Gaul daripada menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

D. MANFAAT PENULISAN
1. Menambah pengetahuan yang berhubungan dengan Penggunaan BahasaIndonesia dengan Baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
2. Bagi penulis,karya ilmiah ini dijadikn bahan presentasi dalam pelajaran bahasa Indonesia.
3. Dapat memberi informasi dan dapat membantu menumbuhkan rasa solidaritas dan cinta terhadap bahasa Indonesia. Dengan demikian, bahasa kita tercinta ini yaitu bahasa Indonesia tetap utuh dan jaya selamanya.

E. LANDASAN TEORI
Bahasa adalah suatu sistem lanuang berupa bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerja sama. berkornunikasi, dan mengindenfikasi diri (Chaer, 2000:1). Menurut pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah berupa bunyi yang digunakan oleh rnasyarakat untuk berkornunikasi.

Keraf (1991:1) mengatakan bahwa bahasa mencakup dua bidang, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap berupa arus bunyi, yang mempunyai makna. Menerangkan bahwa bahasa sebagai alat komunikasi antaranggota masyarakat terdiri atas dua bagian utama yaitu bentuk (arus ujaran) dan makna (isi). Menurut pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap yang merupakan alat komunikasi antaranggota masyarakat berupa bentuk dan makna.

Ramlan (1985:21) mengatakan morfologi adalah bagian dari tata ilmu bahasa yang membicarakan atau yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu.

a. Contoh bahasa gaul dan bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia dan Bahasa Gaul Remaja
Teman Temen
Tidak Kagak
Memang Emang

b.Bahasa Gaul yang digunakan ketua HMI.
Ragam bahasa gaul remaja memiliki ciri khusus, singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang lebih pendek seperti “memang – emang”.Kalimat-kalimat yang digunakan kebanyakan berstruktur kalimat tunggal. Bentuk-bentuk elip juga banyak digunakan untuk membuat susunan kalimat menjadi lebih pendek sehingga seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang tidak lengkap. Dengan menggunakan struktur yang pendek, pengungkapan makna menjadi lebih cepat yang sering membuat pendengar yang bukan penutur asli bahasa Indonesia mengalami kesulitan untuk memahaminya. (Nyoman Riasa)

1)Pengunaanawalan e
Kata emang itu bentukan dari kata memang yang disispi bunyi e. Disini jelas terjadi pemendekan kata berupa mengilangkan huruf depan (m). Sehingga terjadi perbedaan saat melafalkan kata tersebut dan merancu dari kata aslinya.

2) Kombinasi k, a, g
Kata kagak bentukan dari kata tidak yang bunyinya tid diganti kag. Huruf konsonan pada kata pertama diganti dengan k huruf vocal i diganti a. Huruf konsonan kedua diganti g. sehingga kata tidak menjadi kagak.

3) Sisipan e
Kata temen merupakan bentukan dari kata teman yang huruf vocal a menjadi e. Hal ini mengakibatkan terjadinya perbedaan pelafalan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 27, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: