RSS

Siapa yang menjadi warganegara dijelaskan dalam pasal 26 UUD-1945

25 Apr

Pembahasan

Siapakah yang menjadi warganegara yang dijelaskan dalam pasal 26 UUD-1945

a. Pribumi dan Non Pribumi

Secara etimologis kata pribumi berarti penduduk asli suatu tempat/daerah yang menjadi penghuni pertama daerah tersebut sebelum berdatangan imigran dari daerah atau tempat lain. Sebagai contoh suku aborigin yang mendiami benua Australia sebelum kedatangan penjajah inggris pada awal abab ke-19. Pribumi juga sering disebut keturunan asli daerah yand di diami.

Secara etimologis kata Non pribumi berarti bukan keturunan asli suatu daerah/atau tempat. Sebagai contoh pada zaman penjajahan portugis banyak orang timor leste yang menyebrang ke daerah jajahan belanda(Kupang) untuk mencari kenyamanan karena ketidaksanggupan untuk membayar pajak pada waktu itu hingga sekarang mereka menjadi daerah penduduk asli daerah perrbatasan antara Timor Leste dan Kupang sperti Daerah, Kefa, Belu, Atambua, Besikama, Alor dan daerah lain sekitar perbatasan.

Penduduk pribumi dan non-pribumi dalam pengaturan undang-undang pasal 26 UUD 1945 berbunyi :

1.      Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Berarti bahwa orang-orang yang disebut pribumi jika yang bersangkutan terlahir dari orang tua yang Indonesia asli dari keturunan nenek-moyangnya, dan orang-orang yang telah menjadi warga Negara asli karena di sahkan oleh UNdang-Undang yang berlaku.

2.      Syarat-syarat yang mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang. Artinya seseorang dinyatakan menjadi warga Negara/pribumi jika warga negaranya telah memenuhi syarat undang-undang yang berlaku.

Kelemahan dari kedua pasal tersebut sering berbentrokan dengan pendatang dari yang berasal dari luar pulau atau daerah yang bersangkutan berada ada. Sebagai contoh misalnya orang papua merantau ke Jakarta dianggap sebagai pendatang baru karena bukan pendduduk asli Jakarta atau bukan betawi asli pada kalau dipahami secara mendalam berarti pendatang yang bersagkutan adalah orang Indonesia asli berdasarkan ayat 1 dan ayat 2 hal ini terkjadi karena minimnya pegetahuan masyarakat akan UUD yang berlaku. Hal krusial yang menjadi penyebab isu pribumi dan non-pribumi karena factor  :

1.      Perbedaan daerah(dari luar pulau).

2.      Warna kulit(Indonesia Timur denagn bagian Indonesia lainnya).

3.      Agama(Minoritas-Mayoritas)

Hal-hal sekecil apa pun dapat memunculkan rasialis diantara penduduk Indonesia jika tidak dianggap sensitif dan ditanggani secara serius oleh pemerintah contoh keinginan papua ingin melepaskan diri dari NKRI sebab alasan perbedaan agama dengan alasan factual bahwa kaum minoritas sulit mendirikan tempat ibadah ditengah kaum mayoritas(muslim dan Kristen), tampuk jabatan tinggi diduduki oleh kaum mayoritas dan politik dalam negeri tidak sesuai dengan bentuk pemerintahan yaitu republic karena pemimpin tertinggi selalu tersedia untuk kaum mayoritas sedangkan kaum minoritas selalu untuk jadi yang kedua, pada hal jika dilihat dari sistem pemerintahan Negara ini berdiri bukan berdasarkan agama melainkan demokrasi murni.

            Beradsarkan historis pendiriannegara  RIS(Republik Indonesia serikat) pada tahun 1952 bunyi sila dari pancasila “mendirikan Negara berdasarkan syariat islam” menyebabkan terjadi kemuunduran gabungan dari daerah-daerah non muslim seperti Maluku, Sumatera Utara sebagian daerah Kalimantan dan seluruh daerah Sulawesi terkecuali Sulawesi selatan yang tetap menjadi bagian RIS pada saat itu, daerah Bali, NTT seluruhnya, dan NTB yang tetap pada pendirian yaitu menyatu dengan RIS, alasan ini menjadi penyebab berubahnya sila kesatu pancasila seperti saat ini karena daerah non muslim ingin melepaskan diri dari RIS pada saat itu.

            Salah satu pernyataan yang medukung tulisan ini adalah pernyataan Bapak Amien Rais pendiri Partai Amanat Nasioal dalam debat demokrasi antara Indonesia dan amerika serikat yang ditengahi oleh Metro Tv beliau menyatahkan Indonesia berpenduduk mayoritas islam tapi bukan Negara islam pernyataannya menegaskan bahwa sepatasnya tampuk kekuasaan harus dibagi atas dasar keadilan demokrasi bukan berdasarkan agama. Terlepas dari alasan yang dikemukakan berdasarkan relasional fakta ini merupakan masalah serius mengingat dengan ketidakadilan demokrasi keinginan pelempasan diri akan semaking kaut ditengah kalangan kaum minoritas. Marilah kita bersama dari kejadian RIS agar kita semua mengetahui latar belakang pendirian Negara ini tidak kehilangan jati diri yang tertuang dalam buku sutasoma karangan empu tantular yaitu Bhineka Tunggal Ika.

            Sejarah tetap sejarah agar sewaktu-waktu menjadi acuan hidup terkini sehingga perankulan semua pihak tidak tergerus karena alasan agama maupun alasan minoritas dan mayortitas.

 

Tulisan bebas atau pertanyaan:

1.Apakah ada di Indonesia penduduk asli? Kalau ada dimana domisilinya?

  • Keberadaan penduduk Indonesia berdasarkan zona kepulauan meskipun keturunan  suku melayu lebih dominan yang bertebar di kepualauan Kalimantan, sumatera, dan jawa, suku bangsa nonaustronesia yang bertebaran di daerah Sulawesi, NTT, NTB, Bali, dan Papua. Jika diperkecilkan maka  Indonesia yang satu keturunan yaitu Non Austronesia.

2.Kenapa timbul isu istilah pribumi dan non pribumi?

  • butanya hukum masyarakat sangat tinggi
  • saling membeda-bedakan dengan alasan agama, warna kulit, dan daerah
  • kecemburuan social karena sistem pemerintahan tidak sesuai demokrasi, tetapi lebih mirip dengan RIS.

 

3.Siapa saja yang dimaksud non pribumi?

  • Secara etimologis kata Non pribumi berarti bukan keturunan asli suatu daerah/atau tempat. Sebagai contoh pada zaman penjajahan portugis banyak orang timor leste yang menyebrang ke daerah jajahan belanda(Kupang) untuk mencari kenyamanan karena ketidaksanggupan untuk membayar pajak pada waktu itu hingga sekarang mereka menjadi daerah penduduk asli daerah perrbatasan antara Timor Leste dan Kupang sperti Daerah, Kefa, Belu, Atambua, Besikama, Alor dan daerah lain sekitar perbatasan.

 

 

 

4. Kenapa istilah Non pribumi yang menonjol hanya pada etnis Tionghoa?

  • Non pribumi bukan hanya diperlakuakan bagi etnis tionghoa di negeri ini tapi termasuk daerah diluar pulau jawa, non muslim, warna kulit, jadi tidak terbukti bahwa  non pribumi itu hanya terjadi pada etnis tionghoa.

5.Langkah apa yang anda dapat sarankan untuk menghilangkan isu pribumi dan non pribumi di Indonesia?

  • Menghilangkan rasa kecemburuan social ditengah kaum minoritas
  • Menerapkan sistem politik demokrasi secara benar
  • Penyignkatan kesadaran hukum masyarakat akan pasal 26 UUD 1945
  • Pemerintah perlu mengkaji ulang bentuk Negara ini dengan mempertegas bahwa Indonesia bukan Negara islam tetapi Negara yang moyoritas penduduknya beragama islam.

Kesimpulan

Sering kali mungkin kita mendengar ada suatu kalaangan masyarakat yang menyebutkan mereka sebagai seorang “pribumi” dan sang pendatang entah itu dari satu pulau yang sama atau berbeda kepulauan di sebut sebagai “non pribumi”, suatu anggapan yang saya bilang adalah “persepsi bodoh”, Di negara yang hampir penduduknya berbeda, suka, agama, ras, dan adat masih mementingkan kepentingan individu kelompok priyoritas, dan minoritas akan di anggap sebagai yang berbeda, dan yang lebih menakutkan akan muncul perpecahan, perang suku, tawuran antar warga dsb, sehingga kita melupakan nilai kemerdekaan yang di berikan para pahlawan kita, sehingga akan terasa sia-sia darah, kringat dan energi yang mereka berikan, “ Bhineka Tunggal Ika” pun seakan hanya sebuah kalimat indah yang tergambar di sebuah simbol bergambar “burung garuda” bagi saya pribadi semua itu hanya omong kosong, dan persepsi seorang yang bodoh yang ingin memecahkan kekuatan kita, tidak ada, orang jawa, medan, aceh, sunda, banjar, dsb semua sama dan satu bernama “indonesia” dan negara ini pun lahir bukan karena kesamaan yang mendominasi tetapi karena perbedaan yang mengikat kita pada tujuan yang sama.

 

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada April 25, 2013 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: